MAKALAH
Judul: Perkembangan Perangkat
Telekomunikasi
Disusun untuk memenuhi
matakuliah pengantar
telekomunikasi
Nama Anggota :
1.
Made septiana widi (12233030)
2.
Lukman Riantama (12233035)
3.
Rudi (12233014)
4.
Putra jaya sakti (12233039)
AKADEMI MANAGEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER JURUSAN TEKNIK KOMPUTER
TEKNOKRAT
BANDAR LAMPUNG
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur tim penulis panjatkan ke Hadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada tim
penulis sehingga tim penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul
“ Perkembangan pernagkat telekomunikasin“ yang merupakan tugas dari dosen pt,
Ibu Barokatun Hasanah S.T
Dalam makalah ini kami membahas mengenai bagaimana
perkembangan perangkat telekomunikasi
dari jaman dulu sampai sekarang.
Tim penulis juga menyampaikan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Serta tim
penulis juga menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
namun demikian telah memberi manfaat kepada tim penulis. Akhir kata Tim Penulis
berharap makalah ini dapat memberi menfaat kepada kita semua. Kritik dan saran
yang membangun akan kami terima dengan senang hati.
Surabaya, 4 april 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Judul ............................................................................................... 1
Kata
Pengantar.......................................................................................... 2
Daftar
Isi ............................................................................................... 3
Bab
I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang....................................................................... 4
a.
Perkembangan
Alat Telekomunikasi................................. 4
Bab
I Pembahasan
1.1
Pengertian
Telegraf............................................................................. 7
1.2
Radio ............................................................................................... 10
a.
Gelombang Radio.......................................................................... 11
b.
Radio Receiver.............................................................................. 12
1.3
Pengertian
Handphone....................................................................... 20
a.
System Kerja
Jaringan Komunikasi Handphone........................... 20
b.
Perngkat
Handphone..................................................................... 22
1.4
Perkembangan
Televisi....................................................................... 25
a.
Sejarah Tv..................................................................................... 25
b.
System Transmisi
Teresterial Broadcasting Tv............................. 26
1.5
Internet .............................................................................................. 29
a.
Sejarah
Perkembangan Internet..................................................... 29
b.
Media Transmisi
Data................................................................... 30
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan ........................................................................... 33
Saran ..................................................................................... 33
Daftar Pustaka....................................................................... 34
BAB I
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
a.
Perkembangan
Alat Komunikasi
Pada zaman sekarang ini komunikasi bukan lagi menjadi hal yang sulit. Kita
dapat berkomunikasi dengan mudah dengan menggunakan alat-alat komunikasi yang
ada contohnya : kita tidak perlu bertemu langsung dengan sesorang jika kita
hendak menyampaikan sesuatu, tetapi kita dapat menyampaikannya melalui sms,
telepon, e-mail, internet, dan lain-lain.
Namun, pernakah kita berpikir bagaimana komunikasi pada zaman dulu? Apa saja
alat yang digunakan sebagai media komunikasi? Bagaimana perkembangan komunikasi
dari zaman prasejarah hingga zaman modern?
Dari zaman ke zaman manusia mempunyai cara dan alat komunikasi yang berbeda
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan komunikasi memiliki model
yang berbeda-beda.
Diawali pada zaman prasejarah, pada masa itu manusia belum mengenal tulisan.
Mereka hidup masih sangat bergantung pada alam. Komunikasi pada masa itu biasa
dilakukan dengan menggunakan isyarat, gerak tubuh, simbol-simbol, dan
lain-lain. Selain itu, manusia juga menggambarkan informasi yang mereka peroleh
di dinding-dinding gua seperti kegiatan berburu dan hasil buruannya.
Dengan berakhirnya zaman prasejarah kemudian dikenal adanya zaman sejarah. Pada
masa itu manusia telah mengenal adanya tulisan. Orang mulai menggunakan bahasa
tulisan sebagai alat komunikasi. Alat komunikasi yang digunakan pada masa itu
antara lain : kulit kayu, kulit bambu, tulang binatang, lempengan batu, serta
daun lontar. Para sejarawan sering menemukan peninggalan sejarah berupa
prasasti yang diukir pada lempengan batu. Prasasti adalah sumber sejarah yang
ditulis di atas batu atau logam yang dibuat berdasarkan perintah penguasa suatu
daerah. Prasati dianggap sebagai sumber sejarah terpenting karena mampu
memberikan kronologis suatu peristiwa.
Selanjutnya, perkembangan komunikasi pada zaman modern. Pada zaman ini
perkembangan komunikasi sangat dipengaruhi adanya teknologi yang mutakhir.
Berbagai macam alat komunikasi ditemukan pada masa ini seperti : telegraf,
telepon, radio, televisi, dan internet.
Telegraf ditemukan pada 1837 oleh peneliti dari Amerika Serikat bernama Samuel
F.B. Morse bersama dua orang temannya yaitu, Sir William Cook dan Sir Charles
Wheatstone. Telegraf merupakan sistem komunikasi yang dapat digunakan untuk
menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat listrik dalam bentuk kode morse.
Kode morse adalah kode yang menggunakan kombinasi suara panjang (simbol garis) dan
suara pendek (simbol titik) untuk menyatakan sebuah huruf, angka, atau
tanda-tanda yang lain. Pesan pada telegraf disebut telegram. Meskipun telegraf
sudah tidak pernah digunakan, tetapi kode morse masih sering digunakan misalnya
dalam pelayaran. Kode morse digunakan sebagai tanda bahaya dan meminta
pertolongan. Selain itu, kode morse juga diajarkan dalam kegiatan pramuka.
Telepon ditemukan pada tahun 1877 oleh seorang pengajar orang bisu dan tuli
dari Amerika Serikat yang bernama Alexander Graham Bell. Telepon merupakan alat
telekomunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik.
Telepon merupakan alat komunikasi yang efektif dan efisien karena dengan
menggunakan telepon kita dapat berkomunikasi jarak jauh. Dari waktu ke waktu
telepon mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini sudah dikenal adanya
telepon genggam atau yang lebih dikenal dengan nama handphone. Kelebihan
handphone dibandingkan telepon yaitu mudah dibawa kemana saja karena
tanpa kabel. Selain itu, berbagai fitur yang ditawarkan sangat beragam mulai
dari kamera digital, pemutar musik, pemutar video, radio, televisi, internet,
dan lain-lain.
Radio ditemukan pada tahun 1895 oleh Guglieimo Marconi seorang ilmuwan dari
Italia. Radio merupakan teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan
cara modulasi dan radiasi elektromagnetik.
Televisi merupakan alat komunikasi yang paling populer dan dapat dengan mudah
dijumpai di masyarakat. Televisi merupakan alat komunikasi yang dapat menampilkan
gambar dan suara. Pada tahun 1884 Paul Nipkow menemukan piringan metal kecil
berputar-putar dengan lubang didalamnya dan inilah cikal bakal lahirnya
televisi. Pada tahun 1923 Vladimir Kozma Zworykin mendaftarkan hak paten atas
namanya untuk penemuan televisi tabung (kinescope) selanjutnya ia menemukan
kamera tabung (iconoscope). Zworykin lah yang kemudian dikenal sebagai penemu
televisi.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih muncullah sebuah
media yang disebut internet. Internet merupakan alat komuniukasi yang saat ini
paling diminati masyarakat. Melalui internet kita dapat mengakses berbagai
informasi baik berita maupun hiburan. Internet adalah jaringan komputer yang
menghubungkan pemakai komputer di seluruh dunia yang di dalamnya terdapat
terdapat berbagai sumber daya informasi. Awal kemunculan internet dimulai pada
1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika,U.S. Defense Advanced Research
Projects Agency (DARPA) mengadakan riset tentang cara menghubungkan sejumlah komputer
sehingga membentuk jaringan. Program ini dikenal dengan nama ARPANET.
Selanjutnya, pada tahun 1973 jaringan ini dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Tahun 1982 dibentuk protokol resmi TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol) karena semakin banyak komputer yang membentuk
jaringan. Pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain atau yang lebih
dikenal dengan DNS (Domain Name System) untuk menyeragamkan alamat di jaringan
komputer. Tahun 1990 Berners Lee menemukan browser yang bisa menjelajah dari
satu komputer ke komputer lain. Browser ini kemudian dikenal dengan nama www
(World Wide Web).
Dengan demikian, perkembanagan alat komunikasi dari masa ke masa memang sangat
signifikan. Berawal dari cara berkomunikasi yang konvensional hingga
ditemukannya berbagai macam alat komunikasi yang canggih oleh para ilmuwan.
Mungkin di masa depan akan lahir alat-alat komunikasi baru yang lebih canggih
yang dapat kita ciptakan.
Bab II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Telegraf
Telegraf adalah sistem komunikasi yang
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat listrik
dalam bentuk kode morse.
Telegraf adalah mesin yang digunakan
untuk mentransmisikan pesan dalam bentuk impuls listrik yang kemudian dikonversi
menjadi data.
Sebuah pesan
yang dikirim melalui telegraf disebut telegram atau kabelgram
Orang yang
mengoperasikan mesin telegraf dalam bahasa Inggris dikenal sebagai telegrapher.
a.
Sejarah Telegraf
Telegrafi
merupakan metode utama berkomunikasi dari pertengahan tahun 1800an hingga
memasuki tahun 1900-an, sebelum akhirnya digantikan oleh penemuan lain seperti
telepon dan internet . Telegraf Elektrik pertama kali ditemukan oleh Samuel Thomas von Sommering pada tahun
1809
Pada tahun
1832, Baron Schilling membuat telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Weber merupakan orang pertama yang
menggunakan telegraf elektrik untuk alat komunikasi tetap pada tahun 1833 di
Gottingen.
Telegraf
elektrik komersial pertama dibangun pada 9 April 1839
di Inggris oleh Sir Charles Wheatstone dan Sir
William Fothergill Cooke , beroperasi dengan jangkauan 21 kilometer
di the Great Western Railway 24 Mei 1844
Samuel F. B. Morse, seorang
berkebangsaan Amerika adalah orang pertama yang menemukan telegraf sebagai alat
pengirim telegram. Telegram mulai dipopulerkan pada tahun 1920-an. Pada saat
itu tarif pengiriman telegram lebih murah daripada tarif telepon.
Tarif mengirim
telegram dihitung berdasarkan jumlah karakternya, termasuk tanda baca.
Jangkauan pengiriman berita melalui telegram meliputi lokal maupun
internasional.
Ø Telegram yang
popular di Indonesia berada dibawah naungan perusahaan Telkom.
Bagian Bagian Telegraf
Bagian Bagian Telegraf
v Perangkat
Pengirim
v Perangkat
Penerima
Kode Morse
adalah metode dalam pengiriman informasi, dengan menggunakan standard data
pengiriman nada atau suara,cahaya dengan membedakan ketukan dash dan dot dari pesan
kalimat, kata,huruf, angka dan tanda baca. Kode morse dapat dikirimkan melalui
peluit,bendera, cahaya, dan ketukan morse.
1). Ketentuan
internasional kode morse
a).
Dash terdiri dari tiga dot
b).
Jarak pengiriman kode morse antara pengiriman satu huruf ke huruf adalah tiga
dot
c).
Jarak pengiriman kode morse dari kata ke kata adalah 5 dot
2).
Contoh bentuk kode morse
a).
Titik/Dit/Dot (Nada Pendek)
b).
Garis datar/Dah/Dash (Nada Panjang)
c).
A .-
d)
B -...
e).
C -.-.
f).
D -.
b.
Proses Kerja
Telegraf
Awalnya, mesin telegraf harus terhubung melalui
serangkaian kabel agar dapat bertukar pesan.
Operator akan memasukkan pesan dalam kode Morse, sedangkan penerima akan
mendapatkan pesan dalam bentuk klik yang timbul akibat dua lempeng logam yang
saling berbenturan.
Dengan mendengarkan pola klik dalam
bentuk kode morse, operator kemudian mencatat, menerjemahkan, dan meneruskan
pesan kepada penerima.
Pada akhir tahun1800-an, telegrafi
nirkabel mulai muncul sehingga pesan bisa dikirim melalui gelombang radio.
Hal ini menandai perubahan drastis
dalam teknologi telegraf, sehingga orang dapat mengirim pesan ke lokasi yang
tidak memiliki jaringan kabel telegraf.
Selain itu, telegraf nirkabel juga memungkinkan
dilakukannya komunikasi antar kapal laut yang tidak saling terhubung dengan
kabel.
c.
Prospek
Telegraf di Masa Depan
Sekarang telegraf sudah dianggap sebagai metode yang
ketinggalan jaman, sebagian besar anak bangsa kelahiran 2000-an mengakui tidak
pernah menggunakan telegram.
Kemungkinan
digunakannya kembali telegram dimasa depan sangat kecil, karena banyak nya alat
komunikasi modern yang lebih canggih, cepat dan efektif .
Pesatnya perkembangan teknologi
komunikasi membuat alat alat komunikasi terdahulu menjadi terbelakang dan
kebanyakan tidak digunakan kembali.
Salah satu perusahaan telegraf
terkenal, Western Union, mengirimkan telegram terakhir pada tahun 2006.
Hampir semua perusahaan juga telah
berhenti menawarkan layanan telegram seiring berkembangnya E-mail serta layanan
sms dengan biaya lebih murah sekaligus lebih cepat.
Telegraf atau pun Telegram mungkin kini
sudah tidak di oprasikan, dan beberapa tahun mendatang mungkin akan sulit untuk
menemukannya.
Namun keberadaan alat alat tersebut
tetap menjadi bagian dan sesuatu yang berpengaruh pada sejarah perkembangan
dunia teknologi komunikasi dan informasi.
1.2
Radio
Radio adalah teknologi yang
digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik
(gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara
dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang
ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).
|
Sebuah radio merek Truetone
|
a. Gelombang radio
Gelombang radio adalah satu bentuk
dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari
gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio
(ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi
gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum
elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik
maupun magnetik.
Gelombang elektromagnetik lain yang memiliki frekuensi di
atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet,
dan cahaya terlihat.
Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian
dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut
dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Dari
pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima (pesawat
radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran dan informasi.
Gelombang radio merambat pada
frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio
merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang
audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio
yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang
audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan
dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai
sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada
umumnya.
b.
Radio Receiver
digunakan untuk menerima sinyal informasi yang
dikirimkan oleh Radio Transmitter. Radio Receiver terdiri atas beberapa bagian
sebagai berikut :
1. Antena
Pada radio
receiver antena digunakan sebagai alat untuk menerima sinyal yang dikimkan oleh
transmitter dengan perantara kanal(udara,kabel).sinyal yang diterima oleh
antena akan diterima oleh penala radio.penala berfungsi untuk mengatur/memilih
gelombang yang di tangkap oleh antena.
2. Dekoder
Merupakan
kebalikan dari encoder.Decoder adalah alat untuk menyandikan sinyal yang
diterima.dekoder akan merubah sinyal yang diterima menjadi sinyal informasi
yang diinginkan .dekoder akan mengembalikan sinyal kedalam bentuk semula sama
seperti sinyal ketika dikirim oleh transmitter.
3. Demodulator
Demodulator bertugas mengolah sinyal
output dari penala, decorder atau down converter. Pada prinsipnya, bagian ini
bekerja bekerja berkebalikan dengan modulator. Jika modulator bertugas
menumpangkan atau menyisipkan sinyal informasi kedalam sinyal carier, maka
demodulator justru memisahkan sinyal informasi dari sinyal yang
termodulasi, sehingga pada sisi penerima akan memperoleh sinyal yang sesuai
dengan sinyal aslinya karena sinyal yang belum tidak berarti di sisi penerima
sebelum didemodulasi. sinyal yang dihasilkan oleh demodulator tergantung dari
sinyal input dan sinyal oscillator local, jadi pada bagian ini sinyal yang
tidak diperlukan dibuang.
a.
Demodulator AM
Demodulator jenis ini memisahkan
sinyal berfrekuensi rendah atau sinyal informasinya dari sinyal termodulasi
yang sebelumnya telah diubah ubah amplitudonya, demodulator Am menghasilkan sinyal
dengan amplitudo sebesar envelope sinyal dari sinyal yang termodulasi. Sinyal
termodulasi yang sebelumnya berfrekuensi tinggi dengan amplitude berubah ubah
sesuai frekuensi sinyal informasi diubah menjadi sinyal dengan amplitudo yang
senilai dengan perubahan itu.
b.
Demodulator FM
Hampir sama dengan demodulator AM,
prinsip kerjanya adalah memisahkan sinyal informasi dari sinyal yang
termodulasi, hanya saja dalam hal ini demodulator FM bekerja dengan memulihkan
frekuensi sinyal informasi yang sebelumnya menjadi satu dengan sinyal pembawa
dengan frekuensi yang diubah-ubah sesuai dengan harga perubahan amplitudo
menjadi sinyal informasi yang sama dengan sinyal aslinya.
4. Penguat
Amplifier
Tentu saja
sinyal hasil demodulator AM maupun FM masih belum digunakan atau didengarkan,
sehingga perlu proses dan pengolahan lebih lanjut. Sinyal output demodulator
masih tergolong sinyal yang lemah maka tahapan selanjutnya adalah penguatan
sinyal. Hal ini dikerjakan oleh penguat amplifier. Pada prinsipnya penguat
amplifier ini menguatkan sinyal masukan yan gmasih tergolong lemah menjadi
sinyal yang lebih kuat dan siap digunakan. Besarnya penguatan ini tergantung
darri gain power itu sendiri. Pada tahap ini besaran yang dikuatkan tergantung
dengan kebutuhan dan aplikasinya, mungkin dilakukan penguatan arus, tegangan,
atau daya.
Dalam
bidang elektronika banyak ditemukan berbagai jenis amplifier. Amplifier dapat
diklasifikasikan menurut rentang frekuensi, metode pemasangan rangkaian yang
dipakai, atau titik bias amplifier ini dioperasikan, arus, tegangan dan daya.
Sirkit yang mengamplifikasi rentang frekuensi yang luas disebut amplifier
gelombang luas(amplifier tidak teratur), sedangkan amplifier yan khusus disetel
untuk rentang frekuensi yang kecil atau rentang gelombang tertentu disebut
amlifier teratur(amplifier teratur). Hal yang perlu digaris bawahi adalah
metode pemasangan amplifier tentu akan mengubah hasil kerjanya. Metode yang
paling umum digunakan adalah metode pemasangan ac, disini komponen sinyal yang
berfrekuensi rendah termasuk dc tidak diteruskan ke rangkaian berikutnya,
tetapi beberapa maplifier menggunakan metode pemasangan dc dimana semua
komponen sinyal berfrekuensi rendah sampai sinyal dc langsung diteruskan ke
rangkaian berikutnya. Salah satu bentuk amplifier dc adalah amplifier pembelah
, di sini sinyal input terbelahmenjadi suatu seri pulsa, yaitu sinyal
bolak-balik yang diamplifikasi oleh amplifier yang terpasang secara ac sebelum
dikembalikan lagi ke dc. Ada beberapa klasifikasi amplifier berdasarkan
fungsinya dalam suatu rangkaian, yaitu:
- kelas A – dimana arus mengalir ke seluruh beban selama seluruh periode siklus sinyal input.
- kelas AB – arus mengalir dalam beban selama lebih darisatu siklus tetapi kurang dari siklus sinyal input penuh
- kelas B – arus mengalir dalam beban selama setengah siklus sinyal input
- kelas C – arus mengalir dalam beban selama kurang dari setengah siklus sinyal input.
5. Filter Audio
Bagian ini memang tidak pasti ada
dalam setiap pesawat penerima radio, tetapi kebanyakan sekarang bagian ini
sudah terintegrasi dengan amplifier itu sendiri. Tidak bisa dihindari dalam
setiap tahap pengolahan dari pemancar sampai penerima pasti akan terjadi yang
namanya distorsi dan nois. Nois merupakan gangguan suara(kemresek) yang
ditimbulkan akibat adanya sinyal pengganggu. Dengan gangguan tersebut tentunya
sinyal yang dihasilkan tidak optimal yang menyebabkan suara radio tidak jelas.
Filter audio ini juga disebut dengan peredam nois, alat ini dapat dipasang pada
semua komponen elektronika yang menghasilkan suara seperti tape hi-fi dan
radio. Peredam ini sering digunakan oleh penggemar radio amatir 11 meter band,
20 meter band dan 80 meter band. Fungsi dari filter audio adalh mempertajam
sinyal audio dan menghilangkan nois yang mengganggu.
6. Echo Amplifier
Seringkali didengar suara yang
menggema, hal ini karena amplifier dilengkapi dengan echo. Echo ini berfungsi
menghasilkan suara menggema. Prinsipnya adalah ketika alat ini menerima input
maka input ituakan ditahan dan dikeluarkan secara hampir bersamaan dengan
sinyal berikutnya sehingga akan terdengar suara yang seolah-olah menggema.
7. Mixer Amplifier
Mixer amplifier merupakan bagian
yang berfungsi mencamurkan dua input atau lebih menjadi satu keluaran, misalkan
sinyal radio dan tape recorder atau lainya. Maka pada bagian output akan
terdengan suara sinyal input secara bersamaan atau tercampur.
8. Equalizer
Bagian yang satu ini sudah terdapat
disemua peralatan radio, alat ini berfungsi mengubah-ubah frekuensi suara yang
akan dioutputkan ke speakaer dengan tujuan mendapatkan suara yang lebih bagus.
Pada bagian ini, suara dapat diatur keras lemahnya dan tinggi rendahnya nada
juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Secara sederhana suatu equalizer dapat
mengatur nada bass, treble, dan volumenya.
9. Speaker
Komponen ini merupakan bagian sangat
penting pada setiap komponen audio, karena tanpa komponen ini sinyal yang sudah
diolah dan diproses sedemikian rupa tidak bisa didengarkan, prinsip kerja dari
speaker ini berkebalikan dengan mic. Tetapi suatu speaker juga dapat
difungsikan sebagai mic. Speaker berfungsi mengubah energi listrik menjadi
suara yang dapat didengarkan oleh manusia. Ketika sinyal arus mengalir pada
speaker, ketika terjadi perubahan arus hambatanpun juga akan berubah-ubah, perubahan
hambatan inilah yang dimanfaatkan oleh serbuk karbon untuk bergerak saling
menjauhi atau mendekati, yang konsekuensinya adalah bergetarnya membran yang
terdapat dalam speaker tersebut, karena pergerakan membran sangat cepat dan
energi yang besar, maka getaran ini akan berpengaruh pada lingkunganya yang
berakibat pada getaran suara.Radio
penerima ini harus mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang
menentukan kwalitas dari radio penerima tersebut. Karakteristik itu adalah :
1. Sensitivitas
Adalah kemampuan dari suatu radio penerima untuk menangkap
signal-signal yang kuat maupun yang lemah sampai didapatkan daya output
tertentu (standard) pada output penerima tersebut.
2. Selektivitas
Adalah kemampuan radio penerima untuk membedakan antara
signal yang diinginkan dengan signal-signal lain yang berdekatan. Berarti hanya
menerima signal dengan frekwensi band yang tertentu. Selektivitas ini dapat
diperbaiki dengan Band Pass Filter.
3. Fidelitas
Adalah kemampuan radio penerima untuk menjaga keaslian
informasi yang dikirimkan oleh pengirim signal.
c.
Pesawat penerima radio dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu:
- Straight amplification receiver
- Superheterodyne receiver
Gambar
blok diagram dari radio penerima model straight amplification.
Ø Cara Kerja
Gelombang
elektromagnetik diterima oleh antena kemudian oleh tuning circuit gelombang
yang diperlukan akan dipisahkan atau diseleksi dari gelombang-gelombang lainnya
yang tidak diperlukan. TC merupakan suatu rangkaian filter yang frekwensi
resonansinya sama dengan frekwensi yang diterima. Karena gelombang yang
diterima ini besarnya hanya beberapa mV saja, maka perlu diperkuat oleh Radio
Frequency Amplifier, yang tujuannya selain memperkuat juga meredam
gelombang-gelombang lainnya yang datangnya dari pemancar lain yang masih
tercampur dalam gelombang tadi. Kemudian gelombang yang masih termodulasi ini
oleh Detector di demodulasikan, yaitu dipisahkan antara gelombang yang
memodulasikan yaitu informasi yang dikirim dengan gelombang yang dimodulasikan
yaitu gelombang pembawa. Setelah gelombang mempunyai frekwensi sebesar audio
kemudian diperkuat dengan Audio Frequency Amplifier, yang disalurkan ke
Loudspeaker untuk dirubah menjadi gelombang akustik.
Pada
sistem ini banyak timbul gangguan-gangguan tidak stabil, sehinnga outputnya
juga terdistorsi. Sebagai perbaikan dari sistem ini adalah jenis
superheterodyne receiver.
Pada saat
ini, penerima radio menggunakan cara yang disebut superheterodyne. Heterodyne
artinya mencampur dua frekuensi sehingga diperoleh frekuensi baru, misalnya
frekuensi 3.855 Hz dicampur dengan frekuensi Local Oscillator 4.310 Hz,
menghasilkan dua frekuensi baru 8.165 Hz dan 455 Hz ialah hasil penjumlahan dan
pengurangan kedua frekuensi. Dengan suatu filter, dipilih frekuensi 455
Kc untuk diolah lebih lanjut. Frekuensi yang dipilih itu (disebut intermediate
frequency atau IF) jauh lebih rendah dari frekuensi aslinya akan tetapi jauh
lebih tinggi dari frekuensi suara atau superaudible, sehingga cara ini disebut
superheterodyne.
Basic
diagram dari radio receiver superheterodyne yaitu :
Antena
pada pemancar berfungsi sebagai radiator gelombang radio, sedangkan pada
penerima, antena berfungsi sebagai penerima gelombang radio. Antena yang biasa
digunakan pada penerima radio yaitu jenis antena
vertical.
Sinyal yang telah diterima oleh antena dikuatkan pada Radio Frekuensi amplifier dikarenakan selama di udara sinyal mengalami pelemahan.
Mixer
digunakan mengubah masukan sinyal dari satu frekuensi ke frekuensi lainnya
sebagai keluaran. Kadang-kadang disebut frequency-converter circuit. local
oscillator (L.O.), merupakan voltage-controlled-oscillator (VCO) yang
menghasilkan gelombang kontinyu. Keluaran mixer berupa dua buah sinyal meliputi
frekuensi LO dan sinyal masukan RF, serta mempunyai dua keluaran yang diperoleh
dari penjumlahan frekuensi tersebut (LO freq + RF freq) dan pengurangan (LO
freq - RF freq).
Local
oscilator pada dasarnya adalah RF carrier generator. Kenaikan tegangan
gelombang dimasukkan dalam LO. Tegangan tersebut menyebabkan perubahan
frekuensi pada LO. Frekuensi oscilator merubah frekuensi band dari sinyal
masukan kemudian merubahnya menjadi frekuensi IF. Resolusi frekuensi carriernya
dapat diatur sampai dengan 100 kHz.
Kekuatan
sinyal mengalami pengurangan selama proses mixing maka sinyal perlu dikuatkan
kembali oleh IF untuk mengembalikan sensitivitas dari penerima. Sinyal IF
kemudian masuk dalam IF filter. Dalam IF dilter terdapat rangkaian band pass
sebagai detektor. Bandwith IF filter disebut Resolution Bandwidth (RB, RBW)
spektrum analiser.
1.3 Pengertian Handphone
Telepon
seluler (ponsel) atau telepon
genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan
dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat
dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan
dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai
dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan
sistem CDMA (Code Division Multiple Access).
Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi
Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
a.
Sistem
kerja Jaringan Komunikasi Handphone
Dalam
alat telekomunikasi terdapat sebuah modul yang dinamakan dengan RF (radio
frekwensi) trus.. apa sih guna RF itu?
Modul
RF merupakan bagian penting dari sistem komunikasi tanpa kabel (wireless),
tanpa Sistem RF maka ponsel tidak akan dapat men-transmisikan data informasi
kepada Base station, hal ini bisa mengakibatkan Ponsel tidak akan mendapatkan
signal atau jaringan dari operator telekomunikasi.
RF modul banyak di gunakan
untuk alat telekomunikasi apa saja, baik itu radio. televisi, laptop,
sampai dengan remot control mainan, nah.. tp disini saya membahas tentang modul
RF yang di gunakan dalam telepon seluler atau yang sering kita kenal dengan
Handphone,
Fungsi Mudul RF diantaranya:
- Penerimaan dan pemancaran signal HF (High Frequency)
- Menyatukan data informasi dengan signal pembawa (Modulasi)
- Memisahkan data informasi dengan signal pembawa (Demodulasi)
- Pembangkit frekuensi untuk signal pemancaran dan penerimaan (Frequency Synthesizer)
- Pengunci jaringan operator (PLL)
- Penguatan signal penerimaan dan pemancaran
- Pembangkit denyut untuk kebutuhan Clock Baseband
Sistem
kerja Transmitter dan Receiver didukung oleh PLL (Phase Lock Loop) dan
Frequency Synthesizer, bagian ini berfungsi sebagai pengunci jaringan ponsel ke
Base Station. Agar ponsel mendapatkan layanan dari operator terkait dibutuhkan
koneksi yang berkelanjutan antara Ponsel kepada Base Station.
Secara skematis gambar ini
menunjukan bagan sebuah pemancar yang terdiri dari Modulator, Oscilator,
Frekuensi Synthesizer yang terintergrasi didalam RF Processor, Penguat daya
(Power Amplyfier), Antena Switch, Antena.
Dalam
proses Transmitter, RF Processor juga berperan sebagai proses memodulasikan
Signal TX I/Q dari Baseband, proses Modulasi ini diproses oleh Frequency
Synthesizer. Setelah signal data informasi telah termodulasi dan telah dirubah
menjadi signal RF sebesar (900MHz-1900Mhz) selanjutnya akan diteruskan kepada
PA (Power Amplyfier) untuk dikuatkan kemudian signal tersebut diteruskan kepada
Antena Switch dan Antena untuk selanjutnya ditransmisikan ke Base
station.Proses Transmitter ini akan berjalan dengan baik tergantung dari
kinerja PA.
Proses
ponsel untuk mendapatkan signal dan mengunci jaringan beberapa cara dibawah
ini:
- Disaat pertama kali Ponsel dihidupkan, ponsel akan menjalankan proses penerimaan untuk mendapatkan semua operator yang berada disekitarnya.
- Ponsel akan membaca SIM Card yang digunakan, setelah Baseband menentukan operator yang akan diakses selanjutnya ponsel akan melakukan proses registrasi jaringan.
- Proses registrasi jaringan ini diperlukan proses pemancaran (Transmitter), maka jika proses Transmitter ini gagal akan menyebabkan Ponsel tidak akan dapat terlayani oleh operator terkait.
Apa saja
sih perangkat – perangkat handphone ?
Dibawah ini adalah pembahsan tentang beberapa
perangkat handphone.
1. Power Amplifier IC
(PA)
IC PA digunakan untuk penguat tegangan sinyal
yang dihasilkan VCO (Voltage Controll Oscilator). jika IC PA kinerjanya tidak
baik biasanya mengakibatkan batrei boros,dikarenakan IC PA membutuhkan daya
yang besar untuk menguatkan sinyal.
2. Antena
Switch/Duplexer
Saklar yang bekerja secara otomatis untuk
menentukan kerja antena sebagai Duplexer penggandeng yang memungkinkan dua sub
system perangkat penerima atau pengirim sinyal RF bekerja bersama melalui
antena yang sama.
3. Filter IC
Berfungsi sebagai penyaring sinyal RF dengan
cara meluluskan frequensy yang diinginkan dan meredam freq yang lain untuk
masuk ke bagian selanjutnya.
4. IF Filter IC
Suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah
frekuensi yang keluar dari filter untuk mendapatkan selisih frekuensi VCO
dengan frekuensi penerimaan sebagai detector audio, rangkaian encoder dan
decoder menjadi frekuensi tengah.
5. Signal Processor
(IC RF)
Memiliki pekerjaan yang paling menentukan untuk
pekerjaan mengolah sinyal masuk dan keluar sekaligus,selain itu ia juga
memisahkan sinyal gelombang radio maupun gelombang suara. Menghasilkan denyut
sebesar 26Mhz, dan diproses oleh RF Processor yang kemudian menghasilkan denyut
13Mhz untuk denyut kepada system logic pada CPU, untuk jalannya system digital
pada baseband, terutama CPU.
6. Voltage Control
Oscilator (VCO)
VCO ada dua macam untuk bagian penerima dan
bagian pengirim sinyal. Berperan sebagai penggetar (pembuat) sinyal pertama
kali ketika CPU mulai memerintah Ponsel untuk transmit maupun receive. VCO
Bertugas membagi gelombang yang dihasilkan oleh X-TAL yang bernilai 26 Mhz dan
dibagi kenilai setengahnya yaitu 13 Mhz dan kembalikan pada IC RF untuk diolah
menjadi gelombang RX (Reiceiver) dalam skala 900 Mhz dan 1800 Mhz (untuk dual
band) dan ditambah 1900 Mhz (untuk tri band).
7. Power Supply IC
(UEM)
Bagian yang mengatur distribusi tegangan arus
listrik ke berbagai komponen yang diperoleh dari Battery.
8. Audio IC (Cobba)
Berfungsi sebagai pengolah bahan gelombang
signal RX (Reiceiver) dan di transmit ke X-Tal untuk dirubah menjadi gelombang
audio menjadi gelombang alfanumerik atau merubah gelombang alfanumerik ke
gelombang audio digital.
10. Switch On/off
Berfungsi secara manual sebagai penyambung dan
pemutus suatu muatan arus listrik. (Saklar untuk menghidupkan dan mematikan
ponsel)
11. User Interface
(UI)
Berfungsi sebagai terminal yang mengatur kerja
komponen lain seperti lampu LED, dering, dan getar. Komponen ini selalu ada,
system UI driver untuk mengendalikan komponen tersebut yang diperintahkan dari
CPU.
12. Central
Processing unit (CPU)
Pengolah utama yang dapat menerima informasi.
Berfungsi sebagai pelaksana dari IC Flash dan IC RAM yang secara otomatis
membandingkan, mengubah, mengurangi. Memperbanyak – membagi dan menyatukan
informasi hitungan logika fasilitas output – input yang dilakukan oleh pengguna
ponsel dan ditransmit ke LCD sebagai bentuk hasil yang bisa dilihat dan dibaca.
13. Random Acces
Memory (RAM)
Alat untuk menyimpan data memory yang bersifat
sementara (memory volitale), dimana data akan hilang bila tidak dialiri arus
listrik (daya).
14. Electrically
Eraseable Programmable Read only memory (Eeprom)
Berisi
program dasar untuk bekerjanya ponsel yang dilakukan oleh CPU yang sudah di
program oleh pabrik Ponsel itu sendiri dan tidak dapat dirubah oleh pengguna
ponsel. Data yang tersimpan pada EEPROM diantaranya:
- No. IMEI (International Mobile Equipment Identifier)
- Security Code
- ESN (Elektronik Serial Number)
- MIN (Mobile Identification Code)
- SID (System Identification Code)
- No. IMEI (International Mobile Equipment Identifier)
- Security Code
- ESN (Elektronik Serial Number)
- MIN (Mobile Identification Code)
- SID (System Identification Code)
15. IC Flash
Berfungsi sebagai penyimpan data memory yang
bersifat permanent dari Ponsel, yang mana data-data tersebut tidak akan hilang
walaupun daya pada ponsel dimatikan. IC Flash berisi data-data penting seperti
MCU dan PPM, data MCU berisikan data-data Operating System (OS) sedangkan data
PPM berisikan data-data Tampilan seperti Langue pack, Ringtones dll. Selain MCU
dan PPM juga terdapat CP (Content Pack) dan User area yang menyimpan data-data
fitur yang terdapat pada Ponsel seperti Aplikasi, Game, Wallpapper, Video,
Phone Book dll. Setiap melukan perubahan ataupun penambahan memory harus
menggunakan perangkat computer/software.
16. Infra Red Diode (IR diode)
16. Infra Red Diode (IR diode)
IR diode transmit/Receive, ada dua dioda
sebagai pemancar dan penerima infra red sebagai pengganti kabel penghubung
software. berfungsi untuk mengirim dan menerima gelombang yang berisi data
tertentu tanpa harus menggunakan kabel.
17. Light Emited
Diode (LED)
Alat
yang dapat memancarkan cahaya bila diberi arus listrik.
18. Fleksible Cable
Berbentuk lembaran tipis berisi lempengan
tembaga yang dapat menghantarkan arus listrik sebagai penghubung bagian satu
dengan yang lainnya serta bersifat elastis.
20. SIM Reader
Penghubung
kartu telepon dengan ponsel.
21. Plug In
Berfungsi
untuk menghubungkan perangkat pengisian battery (Charger), menuju PCB.
1.4 Perkembangan Televisi Dari Masa Ke Masa
Televisi adalah salah satu media telekomunikasi yang
sangat bermanfaat saat ini. Televisi sampai saat ini seperti LED TV hingga Plasma TV. Televisi atau di Indonesia lebih
sering disebut TV ini berasal dari dua bahasa latin yaitu Tele ( jauh ) dan
visio ( penglihatan ) yang dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh
yang menggunakan media visual sebagai sarananya.
a.
Sejarah Televisi
Penemuan TV telah dimulai sejak tahun 1830 an dan
telah banyak dilakukan oleh banyak penemu dan innovator. Perkembangan televisi
juga dilakukan oleh banyak orang yang melakukan perkembangan dan penyempurnaan
dalam segalanya.
- Pada tahun 1931 hukum tentang gelombang elektromagnetik menjadi awal perkembangan komunikasi elektronik yang ditemukan oleh Joseph henry dan Michele Faraday.
- Pada tahun 1875 berhasil diciptakan Selenium Camera yang dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik.
- Pada tahun 1900 istilah televisi dengan menggabungkan 2 kata “tele” dan “visio” oleh Constatin Perskyl yang berasal dari Rusia.
- Pada tahun 1940 TV berwarna pertama kali ditemukan oleh Peter Goldmark dengan resolusi mencapai 343 garis.
- Pada tahun 1995, Larry Webber berhasil menyempurnakan layar plasma menjadi lebih stabil dan cemerlang.
- Pada tahun 2000 dan seterusnya semua jenis TV seperti CRT, LCD, LED, Plasma dan lain-lainya mengalami perkembangan.
b. Sistem Transmisi Teresterial Broadcasting Televisi
Dalam suatu sistem televisi tidak dapat dipisahkan
dengan sistem transmisi teresterial dimana terjadi proses pengiriman sinyal
audio visual dari Master Control Room ke stasiun Transmisi. Dalam sistem
broadccasting semua perangkat yang menunjang terjadinya pengiriman sinyal itu
berada dibawah naungan divisi teknik dengan sub divisi teknik transmisi.
Sisitem transmisi dalam suatu televisi broadcasting terdiri dari beberapa sistem transmisi yaitu:
Sisitem transmisi dalam suatu televisi broadcasting terdiri dari beberapa sistem transmisi yaitu:
- Transmisi Teresterial Broadcasting
- Transmisi Teresterial Radio Link (Microwave)
- Transmisi Satlit broadcasting,
- Transmisi SNG (satlit news gathering)
- Transmisi Teresterial Broadcasting
Sisitem transmisi
teresterial broadcasting adalah sisitem transmisi yang rambatan sinyalnya
merambat diatas pemukaan bumi. sitem ini biasanya berada diperkotaan dimana
dengan kepadatan penduduk yang banyak. Sistem transmisi teresterial
broadcasting biasanya terdiri dari beberapa peralatan yang berperan penting
yaitu:
- Perangkat Router yaitu perangkat yang terdiri dari beberapa peralatan yang berfungsi sebagai koreksi audio visual. Perangkat ini terdiri dari beberapa peralatan, yaitu: Audio prosesor, Video prosesor, TBC (Time Base Corector), VDA(Video distribution amplifier), ADA (Audio Distribution Ampifier), Vectorscope, Videoscope, ham braker, monitor dll
- Perangkat Transmitter yaitu peralatan yang berfungsi memancarkan sinyal audio video, Perangkat Transmitter yang dipakai saat ini adalah perangkat transmitter analog teresterial dimana perangkat ini masih menggunakan sistem analog, tetapi kedepan ada wacana dari pemerinth yang dibawah naungan kementrian komunikasi dan informatika akan diadakan migrasi sistem transmisi dari analog menjadi digital teresterial, dalam transmitter terdiri dari peralatan-peralatan yaitu; Up Converter, Down Converter, Modulator audio, Modulator video, Power Amplifier, Power Combiner, Feeder, dammiload, power spliter, beach feeder, Antenna dll
2. Transmisi teresterial radio link
(microwave)
Apabila
letak antara ruang Master Control Room dengan Stasiun transmisi berjauhan maka
agar sinyal bisa menjangkau stasiun transmisi diperlukan suatu alat penghubung
yaitu Radio link, Fiber optic atau satelit sesuai dengan kondisi dan letak
stasiun transmisi, apabila stasiun transmisi bisa dijangkau dengan radio link
atau microwave maka cukup menggunakan radio link tapi apa bila tidak lagi bisa
dijangkau dengan radio link maka kita gunakan alternatif lain yaitu via satlit.
Transmisi teresterial radio link atau microwave
adalah sistem transmisi point to point dimana terdiri dari perangkat pengirim
atau Tx dan perangklat penerima atau Rx. kedua perangkat ini harus berada dalam
satu garis pandang atau tidak terdapat penghalang antara sisi kirim dan sisi
terima atau dalam istilah telekomunikasi disebut dengan Line Of Sigh
3. Transmisi Satlit
Broadcasting
Sistem transmisi ini digunakan untuk penerimaan
siaran didaerah-daerah yang tidak terjangkau oleh sinyal teresterial walau pun
sistem transmisi satlit dapat menjangkau seluruh daerah bumi selama masih dalam
coverage area atau masih dalam jangkauan satlit. Transmisi satelit adalah
menggunakan satlit sebagai repeater dimana satlit diorbitkan di orbitnya
mengelilingi rotasi bumi satlit diorbitkan pada ketinggian 36.000 km diatas
permukaan bumi, dalam transmisi satlit terdiri dari dua ruas transmisi yaitu
ruas angkasa dan ruas bumi dimana ruas angkasa adalah dimana tempat diorbitkan
satlit dan ruas bumi dimana terdapat stasiun bumi. Dalam transmisi satlit
sinyal dipancarkan dari stasiun bumi menuju satlit dan dari satlit sinyal
dipantulkan kembali kestasiun bumi lainnya, dalam hal ini bisa terjadi
transmisi poin to point atau point to multi point tergantung fungsinya.
4. Satlit News Gathering (SNG)
Satlit news gathering adalah
perangkat Up-Link portable (sebuah piranti telekomunikasi yang dapat dengan
mudah dipindah-pindahkan dari suatu tempat ketempat yang lain dan mudah untuk
di instalasi, atau secara harafiah dapat diartikan sebagai pengepul berita
melalui satlit walaupun tidak selamanya SNG hanya untuk keperluan pemberitaan.
1.4 Internet
a. Sejarah Perkembangan Internet
Jaringan Internet adalah rangkaian komputer yang
terhubung menerusi beberapa rangkaian. Internet adalah sistem komputer umum,
yang saling terhubung secara global menggunakan TCP/IP sebagai protokol
pertukaran paket (Packet switching). Rangkaian jaringan yang terbesar
dinamakan internet. Cara menghubungkan rangkaian ini dinamakan Networking.
Internet
pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun
1969 dengan nama ARPA Net (Advanced Research Project Agency) . Tujuan pembuatan
ARPA net adalah untuk memencar-mencarkan informasi agar tidak terpusat pada
suatu titik yang rawan untuk dihancurkan di masa peperangan (Pada tahun 60an
sedang terjadi perang dingin).
Pada
tahun 1977, lebih dari seratus komputer mini dan mainframe sudah terkoneksi ke
ARPA net dan kebanyakan terdapat di universitas. Hal tersebut digunakan oleh
para dosen dan murid untuk saling berkomunikasi tanpa meinggalkan komputer.
Mainframe
Pada
tahun 1980an, ARPA net dibagi menjadi dua yaitu, ARPA net dan Milnet. Namun
keduanya masih berhubungan satu sama lain melalui DARPA internet. Kelama-lamaan
Darpa Internet lebih sering disebut sebagai Internet. Setelah dibukanya layanan
Usenet dan Bitnet, internet dapat terhubung ke Personal Computer melalaui
protokol TCP/IP dan DNS.
Pada tahun 1986m dibentuk NSFNET (National Science
Foundation Network). NSFNET digunakan untuk mengantikan ARPA net. Saat ini,
terdapat lebih dari 4.000.000 host internet di seluruh dunia.
b. Media transmisi data
Media transmisi data adalah sebuah media penghubung didalam
membentuk suatu jaringan baik itu jaringan kabel ataupun jaringan wireless
untuk berkomunikasi dan mendapatkan infromasi yang dibutuhkan. Ada 2 macam
media transmisi data, yaitu : Media transmisi data kabel dan media transmisi
data wireless.
1. Media Transmisi data Kabel
adalah media penghubung dalam membentuk suatu jaringan menggunakan kabel jaringan yang khusus dibuat untuk membangun suatu jaringan. Media kabel terbagi atas 2 jenis, yaitu kabel yang terbuat dari tembaga dan kabel yang terbuat dari serat optik.
a. Kabel Tembaga
kabel tembaga yang umum digunakan sekarang ini adalah kabel dengan tipe UTP atau STP. Kenapa? Karena proses pembuatan jaringan menggunakan kabel ini tidaklah sulit dan banyak juga terdapat dipasaran dengan harganya juga yang cukup murah. 1 lagi kabel jenis tembaga dalam membuat suatu jaringan adalah Kabel Coaxcial . Kabel ini memang tidak terlalu banyak digunakan dan menurut saya ini adalah kabel yang tidak banyak digunakan lagi sekarang dan cara pemasangannya pun relatif sulit dibandingkan kabel diatas. Pada dasarnya kabel coaxcial adalah kabel yang biasa digunakan dalam saluran televisi berwarna hitam besar dengan ujung 1 tembaga.
Nah maka dari itu bagi sobat yang akan membangun suatu jaringan silakan pilih saja kabel menurut pilihan sobat masing masing.
1. Media Transmisi data Kabel
adalah media penghubung dalam membentuk suatu jaringan menggunakan kabel jaringan yang khusus dibuat untuk membangun suatu jaringan. Media kabel terbagi atas 2 jenis, yaitu kabel yang terbuat dari tembaga dan kabel yang terbuat dari serat optik.
a. Kabel Tembaga
kabel tembaga yang umum digunakan sekarang ini adalah kabel dengan tipe UTP atau STP. Kenapa? Karena proses pembuatan jaringan menggunakan kabel ini tidaklah sulit dan banyak juga terdapat dipasaran dengan harganya juga yang cukup murah. 1 lagi kabel jenis tembaga dalam membuat suatu jaringan adalah Kabel Coaxcial . Kabel ini memang tidak terlalu banyak digunakan dan menurut saya ini adalah kabel yang tidak banyak digunakan lagi sekarang dan cara pemasangannya pun relatif sulit dibandingkan kabel diatas. Pada dasarnya kabel coaxcial adalah kabel yang biasa digunakan dalam saluran televisi berwarna hitam besar dengan ujung 1 tembaga.
Nah maka dari itu bagi sobat yang akan membangun suatu jaringan silakan pilih saja kabel menurut pilihan sobat masing masing.
Kelebihan
dari kabel tembaga :
1.
Harganya murah
2. Mudah
dalam instalasi
3. Tidak
terpengaruh noise (Coaxcial)
Kekurangan
dari kabel tembaga :
1.
Penggunaannya mudah dibajak
2. Untuk
UTP/STP jarak kabel max adalah 100 m dan kecepatannya terbatas sampai 1 Gbps
3. Untuk
Coaxcial dengan jenis Thick Coax masih sulit dipasang pada beberapa ruangan
b. Kabel Serat Optik
Selain kabel jenis utp dan stp,
ada 1 lagi kabel yang sekarang juga sudah mulai banyak dikembangkan bahkan
dipakai dalam membangun suatu jaringan. Tetapi kebanyakan untuk kabel dengan
jenis seperti ini, kita hanya bisa lihat diperusahaan perusahaan besar yang
memerlukan akses dengan kecepatan tinggi dan harganya juga tidak murah. Contoh
tempat yang menggunakan kabel jenis ini adalah bank-bank, telkom, dll. Jadi
kabel serat optik adalah jenis kabel yang terbuat dari serat kaca dengan
tekonologi canggih dan mempunyai kecepatan trasfer data yang sangat cepat,
tidak diragukan lagi kecepatan cahaya seperti apa kan
Bagian – bagian Kabel Fiber Optic
- Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optic yang dimana pengiriman sinar dilakaukan
- Cladding adalah meeri yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam
- Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan
Kelebihan
dari kabel serat optik :
1. Kebal
terhadap gangguan elektromagnetik
2. Akses
data berkecapatan tinggi
3. Mampu
menghubungkan jaringan dengan jarak yang sangat jauh
4.
Kecepatan transfer datanya bisa mencapai 10 Gbps atau bahkan lebih
5. Tidak mengalirkan arus listrik
Kekurangan
dari kabel jenis serat optik :
1. Masih
sulit dalam instalasi
2.
Harganya relatif mahal
3.
Transmisi akan berubah jika ada tekanan dari luar
2.
Media Transmisi data Tanpa Kabel (WireLess)
adalah media trasmisi terbaru yang diciptakan untuk
berkomunikasi didalam jaringan. Media ini menggunakan Radio frekuensi (RF)
dalam mentransfer datanya. Bisa pula dikatakan bahwa WireLess adalah media
komunikasi jarak dekat atau jauh dengan tidak atau tanpa menggunakan kabel.
Kelebihan utama dari jaringan wireless adalah mobilitas dan
terbebasnya perangkat dari kerumitan bentangan kabel sedangkan Kekurangannya
adalah adanya interferensi radio oleh cuaca, perangkat wireless lain, halangan
tembok, gedung, bukit, gunung atau bahkan pohon besar yang tinggi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Telekomunikasi
terdiri dari dua kata. “Tele” dan “komunikasi”. “Tele” berarti jauh dan
“komunikasi” berarti berhubungan atau saling tukar informasi antar dua pihak.
Jadi telekomunikasi bisa diartikan pertukaran informasi antar dua pihak, pihak
pengirim dan pihak penerima, dimana terdapat jarak di antara keduanya.
Perangkat
telekomunikasi adalah sebuah alat atau media yang digunakan untuk melakukan dan
menunjang proses telekomunikasi.
Jadi dalam makalah ini kita bias tahu
apa saja perkembangan telekomunikasi
dari masa kemasa sampai sekarang,juga
kita bias mengetahui apa yang dimaksud dengan perangkat telekomunikasi
contohnya :
1.
Telegraf
2.
Radio
3.
Telephone
4.
Internet, dll.
Dari data yang telah kami dapatkan dapat disimpulkan
bahwa dalam seetiap perkembangan generasi pasti memiliki keunggulan dan
kekurangan sendiri-sendiri terutama dalam kecepatan akses untuk mendukung
kebutuhan manusia dalam bekerja.
Dari data dan informasi yang didapatkan kita sudah
bisa mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan yang dimiliki
masing-masing generasi ssehingga kita sendiri pun dapat menentukan generasi
mana yang cocok untuk kebutuhan kita. Kalau dari penulis disarankan untuk
memilih generasi teknologi yang tidak merusak lingkungan dan nyaman bagi
pengguna seperti dalam kecepatan akses dan biaya yang harus dikeluarkan.
http://boenesaja.blogspot.com/2013/12/perkembangan-televisi-dari-masa-ke-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar